SENI MUSIK DALAM PERKEMBANGAN BELAJAR DAN MELATIH KECERDASAN EMOSIONAL SISWA DI SEKOLAH DASAR


Mata Pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan SD atau MI | SILABUS

Musik adalah karya seni yang menggambarkan ide, pikiran dan perasaan manusia melalui keindahan dan irama dan nada-nada yang teratur. Musik memiliki manfaat dalam perkembangan belajar siswa sekolah dasar. Diantaranya terhadap hasil belajar, emosional, intelejensi, daya ingat dan konsentrasi. Peserta didik yang dari kecil terbiasa mendengarkan musik terbukti kecerdasan emosionalnya akan lebih berkembang. Anak dan musik memiliki keterkaitan yang kuat, musik bermanfaat untuk meningkatkan kecerdasan anak dan perkembangan belajar anak. Anak usia tiga sampai 6 tahun mengembangkan kecerdasan emosinya dengan mendengarkan lagu, karena masa itu merupakan masa yang paling baik pada perkembangan pendengarannya.

Musik juga merupakan kebutuhan secara menyeluruh bagi manusia. Bagian dari seni yang dapat memberikan warna pada kehidupan dan pembentukan watak manusia. Musik menjadi salah satu kegemaran mulai dari generasi anak anak, dewasa bahkan tua. Musik adalah salah satu seni yang nyata dan merupakan wujud bunyi pada fisika yang memiliki banyak manfaat atau keuntungan yang dapat merangsang pembentukan watak dan budi pekerti manusia. Bagi manusia yang suka menghayati musik, hidupnya akan terasa sepi, kurang bergairah dan tak bermakna tanpa musik. Musik dapat membangkitkan gairah dan semangat tersendiri bagi peningmat dan pelaku musik. Mencipta, mendengarkan dan menikmati musik merupakan kesenangan tersendiri bagi para musisi dan penikmat musik. Musik dapat membentuk pribadi manusia, membentuk kebudayaan pada masyarakat (Putri, 2012).

Pembelajaran Seni Musik dalam kurikulum 2013, adalah bagian mata pelajaran dalam rumpun Seni Budaya Dan Prakarya (SBDP) Guru yang bertanggung-jawab mengajarkannya adalah guru kelas. Jorgensen (dalam Fitriani, 2015) mengatakan, pendidikan musik dan musik itu sendiri memiliki manfaat yang signifikan terhadap perkembangan manusia dari mulai dari embrio di dalam rahim sampai akhir hayatnya.

Dalam mencapai tujuan pendidikan nasional yaitu membentuk manusia Indonesia seutuhnya, salah satunya dengan memberikan pendidikan seni yang berkulaitas oleh guru dan memberikan sumbangan yang sangat besar terhadap pembentukan karakter, sifat manusia (Ktsp & Utomo, 2010).

            Giyartini (Fitriani, 2015) menjelaskan bahwa perkembangan siswa sekolah dasar adalah masa yang paling kritis dalam hal imajinasi. Padahal pada dasarnya setiap anak memiliki kekayaan imajinasi namun apabila tidak tepat dalam penyaluran imajinasi tersebut justru dapat memberikan dampak yang tidak baik terhadap diri dan lingkungannya. Selain itu siswa sekolah dasar juga sulit fokus, sifat khas mereka adalah mudah berubah konsentrasinya, mereka umumnya tertarik mencoba hal-hal baru yang lebih menarik minat mereka dan haus akan pengetahuan-pengetahuan baru. Oleh sebab itu hendaknya sekolah menyediakan fasilitas, sarana dan prasarana, dan media bagi penyaluran imajinasi dan kreativitas siswa kea rah yang baik melalui pembelajaran seni yang berkualitas.

Istilah musik dapat didefinisikan sebagai suatu kebutuhan pokok bagi setiap manusia, karena musik dapat menjadikan orang merasa senang, gembira dan nyaman. Musik bisa mengatasi kebosanan dan menangkal kebisingan eksternal yang mengganggu. Musik juga dapat membantu kita merasa bertenaga, percaya diri, mengurangi kesedihan, menghapus kemarahan, melepaskan stress serta mengurangi rasa takut dan cemas (Fauziah, 2011)

Dengan memiliki hubungan begitu erat ke lubuk hati kita, masuk akal memang bahwa musik menggugah hati kita, membantu kita menciptakan hubungan emosional. Manusia dalam menunjukkan ekspresi marah, senang, bahagia, sedih, marah dan sebagainya dengan cara yang berbeda. Contohnya ketika siswa diberikan kesempatan bermain di dalam kelas, mereka menunjukkan ekspresi yang sangat senang sekali dan ketika marah, ekspresi yang ditunjukkan pun berbeda seperti, membanting benda yang ada didekatnya atau berkelahi dengan teman dan terkadang emosi siswa sulit dikendalikan. Menurut Howes dan Heral (Fauziah, 2011) menjelaskan kecerdasan emosional adalah bagian yang membuat seseorang menjadi pintar dalam menggunakan emosinya, membentuk karakter, sifat, pola piker dan sudut pandang siswa sekolah dasar.

Dari pernyataan tersebut jelas bahwa musik mempunyai peranan yang sangat penting dalam perkembangan belajar peserta didik karena musik merupakan luapan perasaan manusia dengan bahasa yang mudah dimengerti. Sebuah studi di Jerman yang melibatkan 194 anak laki-laki kelas 3 Sekolah Dasar (SD) menunjukkan, kecerdasan non-verbal dan keterampilan membaca anak-anak yang belajar memainkan alat musik lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak. Studi lain di Amerika Serikat, yang melibatkan anak SD usia 7-12 tahun menunjukkan, anak-anak yang mendapat pendidikan musik lebih lancar membaca dan berbahasa daripada yang tidak sama sekali.
Musik dapat diartikan sebagai suatu kebutuhan bagi manusia.

Dengan musik sesorang dapat menjadi senang, gembira rilek dan nyaman. Selain itu musik juga dapat mengusir kebosanan dan membantu manusia mengurangi kesedihan, menghapus kemarahan, mengurangi rasa cemas dalam diri. Tubuh manusia membutuhkan musik agar menjadi lebih rileks dan nyaman. Karena dengan keadaan yang tidak nyaman, tegang maka kerja otak juga akan menurun (Apriyani, 2015).

Motivasi belajar dapat ditingkatkan melalui musik, karena musik tidak hanya memberikan hiburan namun juga menjadi sarana sesorang mengungkapkan perasaannya dan memotivasi sesorang untuk melakukan sesuatu baik yang positif maupun sesuatu hal yang negative. (Pendidikan, Indonesia, Roffiq, Qiram, & Rubiono, 2017).

Pembelajaran seni musik disekolah dasar, materi ddan konteksnya harus disesuaikan dengan kabutuhan dan perkambangan usia, kematangan emosinya dan memberikan keseimbangan otak kanan dengan otak kiri, keseimbangan antara kecerdasann emosional, intelektual dan spiritual. Musik yang dipelajari dapat terkait dengan kebesaran Allah sebagai pencipta manusia dan alam, memperkenalkan bunyi-bunyian yang berasal dari alam atau bunyi-bunyian buatan, keindahan alam, peristiwa alam, kasih sayang, nasehat, bela negara, cinta tanah air, dan memberikan pengalaman untuk mengenal hubungan sosial dan budaya. Dengan arti kata semua materi atau konten yang diberikan diikuti dengan pemaknaan terhadap unsur-unsur yang terdapat pada musik itu sendiri.


Misalnya dalam mempelajari dan menyanyikan berbagai macalam lagu daerah, peserta didik dapat berekspresi, mengapresiasi, berkreasi, membentuk harmoni, dan menikmati keindahan musik dan dilanjutkan dengan mengekplorasi makna atau isi lagu yang dinyanyikan. Sehingga lagu tersebut dapat memberikan pemahaman terhadap ciri khas budaya yang terdapat pada masing-masing daerah serta dapat menjadikan peserta didik memahami budaya masing-masing daerah tersebut. Sehingga dari proses mempelajari atau menyanyikan berbagai macam lagu daerah, dapat menumbuhkan kesadaran dan kepedulian diri akan keanekaragaman budaya dan kehidupan yang terdapat di nusantara ini. Sehingga pembelajaran yang dilakukan secara menyeluruh dapat memberikan input bagi peserta didik dengan memberikan haknya sebagai manusia yang hidup dalam beberagaman. Pemerolehan.


KESIMPULAN

Musik yang digunakan sebagai media pembelajaran, dapat membantu pembelajaran menjadi lebih menyenangkan. Musik dapat menyeimbangkan antara kecerdasan emosional, intelejensi dan spiritual. Musik dapat membantu menyeimbangkan kerja otak kiri dengan otak kanan. Musik dapat memberikan ketenangan dan kenyamanan suasana dan lingkungan belajar siswa. Musik juga dapat digunakan dalam relaksasi untuk memperoleh konsentrasi dalam menerima pembelajaran. Dengan musik dapat membantu merangsang ingatan, berbahasa, dan analisis agar menjadi manusia yang memiliki pemikiran logis, kritis, cerdas, kreatif dan analisis.

Daftar Pustaka : wulan Suci, D. (2019). Manfaat Seni Musik Dalam Perkembangan Belajar Siswa Sekolah Dasar. EDUKATIF: JURNAL ILMU PENDIDIKAN, 1(3), 177-184.
Nugraha, A. A., Julia, J., & Subarjah, H. (2017). MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DALAM SENI MUSIK MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA MATERI RAGAM LAGU DAERAH NUSANTARA. Jurnal Pena Ilmiah, 2(1), 481-490.

Comments

Popular Posts